Mebel

Desa Ngasem sebagai desa yang memiliki ratusan potensi seakan tak berhenti menawarkan potensi dari pengusaha usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Bapak Jumali pemilik Jumali art Mebel contohnya. Bapak Jumali telah memulai usaha di bidang mebel pada tahun 2002. Awalnya Bapak Jumali menjadi seorang tukang ukir lalu merambahkan menjadi tukang kayu. Bapak Jumali setelah menjadi tukang kayu ingin mendirikan usaha mebel sendiri. Awal mendirikan usaha mebel sempat jatuh bangun dan mengalami kebangkrutan, setelah itu bapak Jumali menjadi buruh tukang kayu selama 2 tahun. Dan akhirnya dia memutuskan untuk mendirikan usaha mebel dengan nama Jumali art Mebel dengan modal yang pas pasan.

Produk mebel yang diberi nama Jumali art Mebel ini mayoritas dikirim ke seluruh wilayah indonesia. Bapak jumali mengatakan barang yang dikirim ke luar Jawa masih dalam produk mentahan dan masih harus diproduksi lagi. Harga jual mebel yang sudah jadi berkisar kurang lebih Rp 1.700.000,00 hingga Rp 4.000.000,00 bergantung rumit tidaknya motif mebel. Semakin rumit motif, baiknya kualitas serta permintaan pembeli juga menjadi pertimbangan harga.

Omzet bulanan yang diraih Bapak Jumali tidak menentu, dikisaran lima belas hingga dua puluh juta rupiah setiap bulan. Penjualan mebel ada kalanya juga tidak ada pesanan dan lain sebagainya.

Kayu yang digunakan Bapak Jumali mayoritas menggunakan kayu Jati TPK dan sebagian kecil menggunakan kayu jati sulawesi. Bapak Jumali selalu menjaga kualitas agar tidak ditinggalkan pelanggannya.

Bapak Jumali mengungkapkan penjualan produksi mebel tidak ada kata kagetan atau puncak penjualan. Hal ini dikarenakan karena perkembangan jaman maka dari itu muncullah banyaknya pesaing-pesaing. Bapak Jumali Tidak dipungkiri bahwa tiap melakukan usaha pasti tetap ada masa-masa keemasan.

Prestasi yang didapat ketika bergelut di bidang usaha mebel ini adalah dapat menghidupi anak, istri, dan keluarga. Kendala dalam awal usaha mebel milik Bapak Jumali adalah modal. Bapak Jumali mengaku tidak menemukan kendala pengiriman barang produksi mebel. Hal ini dikarenakan dalam pengiriman barang produksi, dirinya menggunakan pengiriman barang ekspedisi.

Harapan untuk pemerintah desa sebagai pemilik usaha di bidang mebel ada keinginannya adalah di daerah desa Ngasem banyak yang turut serta produksi mebel. Bapak Jumali pribadi tidak merasa tersaingi atas munculnya usaha-usaha produksi di bidang mebel di desa Ngasem. Bapak Jumali berpikir bahwa justru dengan banyaknya usaha-usaha produksi di bidang mebel di desa Ngasem akan menjadikan desa Ngasem sebagai percontohan bagi peminat-peminat mebel dari daerah-daerah manapun. Silakan menghubungi Bapak Jumali di nomor 0895603171199 jika ingin membeli mebel khas Desa Ngasem.

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan